IBX582A7DF8CA9F4 IBX582A7E48D759A Biaya Investasi Fertigasi Sistem Tetes untuk Kebun Tin 100 m2 - Petani Tin Karawang

Header Ads

Biaya Investasi Fertigasi Sistem Tetes untuk Kebun Tin 100 m2

Petani Tin (Karawang) - Punya kebun konvensional dan ingin memiliki mekanisme penyiraman dan pemupukan secara otomatis? Tentu, jawabannya fertigasi sistem tetes. Sekarang khusus buat Anda petani tin, kami buatkan biaya investasi fertigasi teten kebun tin.

Tulisan ini dibuat sebagai gambaran umum saja untuk mengetahui kisaran biaya instalasi (pemasangan) fertigasi drip system pada kebun dengan luas 100 meter persegi.

Bagi petani tin, fertigasi sistem tetes merupakan pilihan terbaik yang harus ditempuh agar bisa memproduksi teh, buah dan bibit tin yang prima. Ditambah lagi fertigasi sistem tetes ini sangat bisa diaplikasikan untuk kebun outdoor (terbuka) maupun indoor (dalam ruangan atau greenhouse).
Sebagai catatan, kita di sini menekan biaya dengan menghindari HDPE dan menggantinya memakai pipa PVC. Simak yuk.

Sistem Fertigasi Tetes Kebun Tin 100m Persegi



Pertama perlu diketahui, kebun seluas ini diandaikan memiliki bedengan dengan ketentuan sebagai berikut: jarak tanam 100 cm, lebar bedengan 50 cm, jarak antar bedengan 100 cm, dan panjang bedengan 800 cm. (lihat gambar) 

Jadi di dalam kebun tin tersebut setidaknya terdapat 6 bedengan dengan total populasi tanaman sebanyak 81 pohon tin. Jumlah tersebut tentu terasa sangat kurang mengingat sampai saat ini petani tin di kita masih kesulitan lahan sehingga banyak petani yang memakai sistem tanam padat.

O iya, ukuran ideal yang digunakan untuk berkebun tin skala komersial di kebun-kebun tin di luar negeri, biasanya memakai jarak tanam 5 meter. Wow! 

Biaya Pembuatan Fertigasi Sistem Tetes
Pipa fertigasi PVC 1/2" (18 batang) - 360.000
Selang HDPE 7 mm (25 meter) - 75.000
Stick dripper (81 unit) - 243.000
Nepel 5 mm (81 unit) - 243.000
Pompa akuarium (1 unit) - 500.000
Tjoiner 1/2" (9 unit) - 36.000
Keni 1/2" (5 unit) - 20.000
Lem PVC Tangit (5 tube) - 50.000
Digital timer (1 unit) - 150.000
Kabel listrik (50 meter/sesuaikan kebutuhan) - 500.000
Steker (1 unit) - 10.000
Terminal tembaga (1 unit) - 25.000
Solder listrik (1 unit) - 100.000
Tandon nutrisi 500 ltr (1 unit) - 1 jt
Generator/Solar Panel/Genset (Lihat catatan tambahan)

Nah, estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat fertigasi sistem tetes pada kebun tin seluas 100 meter persegi di atas berjumlah sekitar 3 jutaan. Kisaran tersebut tentu berbeda dengan angka di masing-masing daerah, dan sebagai catatan harga di atas mengambil rentang harga tertinggi.

Nominal tersebut kiranya sebanding dengan kebutuhan, karena nantinya sistem akan bekerja secara otomatis dan tahan lama. Selain itu kebutuhan nutrisi tanaman bisa diberikan secara presisi.

petani tin karawang, jasa fertigasi tetes

Sebagai catatan, semua itu dikerjakan sendiri, jika memakai jasa pasang orang lain, tentu biayanya jauh lebih mahal karena Anda harus membayar biaya jasa dan sebagainya. Satu lagi, pastikan fertigasi drip-nya berjalan pada sistem loop agar semua titik mendapatkan pasokan air/tetesan yang merata.

Lantas, bagaimana bila populasi pohon tin dan jarak tanam di kebun Anda berbeda. Anda hanya perlu mengganti angkanya saja, sesuikan dengan kebun masing-masing.

Mengenai apa itu loop system, kami akan bagikan di artikel berbeda. Kalau ingin mengobrol mengenai sistem fertigasi tetes, silakan datang langsung ke kebun kami atau via nomor yang tertera pada bagian kontak. Terima kasih.

Catatan Tambahan
Kebun tin khususnya yang berada di dalam greenhouse apakah butuh genset/generator/solar panel. Perlu diketahui pada umumnya listrik digunakan untuk pasokan energi pada sistem fertigasi listrik digunakan untuk membantu sistem bekerja ketika menyuplai pupuk.

Sistem cahaya (misalnya artificial light gardening meskipun sebenarnya jarang indoor garden di Indonesia yang memakai sistem ALG). Setidaknya listrik digunakan untuk penerangan malam hari di dalam GH, baru sampai pada tahap itu pada umumnya.

Sistem humidity (kelembaban dan suhu/temperatur) meskipun sebenarnya banyak cara yang lebih hemat untuk humidity misalnya dengan menggunakan insect net pada dinding GH sehingga sirkulasi berjalan baik. Kemudian memakai alat ukur bertegangan DC.

Secara umum seperti itu saja pemakaian listrik dalam GH, dalam kasus tanaman khusus, ada juga petani yang memasag AC di kebun, atau di negara dingin sana ada yang memasang heater di dalam kebun :D

Apakah kebun tin dalam GH butuh genset/solar panel/generator sebagai backup energi listrik? Pada kebun hidroponik skala industri genset/generator/solar panel menjadi wajib karena tanaman hidroponik akan masuk pada fase kritis/fatal/bisa mati bila listrik terputus antara 2-6 jam. Sementara pohon tin dalam GH tidak memiliki fase kritis seperti tanaman hidroponik, jadi walaupun listrik mati seharian atau tidak disiram sampai tiga harian, pohon tin baik-baik saja bukan?

Jadi, silakan ditimang masing-masing, apakah genset/generator/solar panel itu dibutuhkan?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.